Menapaki puncak tertinggi di Jawa Tengah, Gunung Slamet

photo by : phinemo

Rabu, 23 Desember 2015, saya dan 3 orang teman sudah bersiap untuk berangkat menuju purwokerto, mendaki gunung slamet melalui bambangan. Karena kami sudah kehabisan tiket kereta ke jateng, kami pun memutuskan untuk naik bus, tapi seolah kembali belum beruntung, tiket dan bus menuju purwokerto pada hari itu pun sudah habis. Setelah hampir menunggu hampir 3 jam, dan berharap masih ada bus lain yang mungkin masih tersisa di teriminal kampung rambutan untuk menuju jateng, akhirnya kami memutuskan untuk menuju purwokerto melalui cirebon, ya hitung-hitung daripada bermalam di terminal kami memilih naik bus ke cirebon. Kurang lebih 8 jam perjalanan dari kampung rambutan menuju cirebon, kami pun sampai di terminal cirebon, tanpa lama menunggu setibanya di sana sudah ada bus yang siap berangkat menuju purwokerto.

Karena setelah bertanya sana-sini, jarak tempuh menuju purwokerto dari terminal cirebon sekitar 3 jam, dan ternyata butuh waktu 7 jam untuk sampai ke sana. Yaak 7 jam, ternyata jalanan macet total. Sekitar jam 2 siang kami tiba di terminal purwokerto, dan kebetulan di sana juga bertemu dengan 3 orang pendaki dari cengkareng, yang kebetulan 2 diantaranya asli purwokerto. Akhirnya kami memutuskan untuk mendaki slamet bersama, ini salah satu alasan saya suka naik gunung, bisa nambah temen baru & cerita-cerita bareng.

Setelah makan siang bareng di terminal, kami pun menyewa angkot untuk menuju basecamp gunung slamet yang berada di bambangan. Biaya sewa angkot di sini ternyata lumayan terjangkau, sekitar 350rb, kalau di hitung jarak dari terminal purwokerto ke bambangan lumayan jauh, yah lumayan 350rb di bagi bertujuh, cukup murah.

dalem angkot juga harus eksis :p

Sekitar jam 5 sore kamipun tiba di basecamp, packing, makan, dan sharing logistik. Kami pun mendaftar untuk mendaki sekitar jam 7 malam. Meski cuaca tidak terlalu cerah malam itu dan agak gerimis, pendakian tetap ramai. Kurang lebih sekitar 1700 pendaki yang mendaki pada hari ini. Banyak yaaaa. Meski belum termasuk taman nasional, Gunung Slamet di kelola dengan sangat baik, baik dari segi pendaftaran, administrasi, maupun dari segi keselamatan pendaki. Biaya untuk mendaki pun sangat terjangkau, 5rb untuk masuk, dan 10rb untuk mendaftar pendakian. Murah kaaan?

basecampnya

Akhirnya setelah mendaftar, sekitar jam 8 malam, kami pun memulai pendakian. Terdapat 7 pos di gunung Slamet dan 2 shelter. Jarak diantara pos tersebut tidak terlalu jauh, terutama dari pos 2 ke atas. Di butuhkan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari pintu masuk pendakian ke pos 1. Meski jarak antara pos tidak terlalu jauh tapi medan pendakiannya sangat berat, tidak ada jalur mendatar sama sekali, nanjak terus. Setelah tiba di pos 1, kami bertujuh memutuskan untuk makan terlebih dahulu dan tentu saja minum kopi. Hehe

Karena hari ini jalur pendakian sangat padat, banyak pendaki yang tidak mendapatkan lahan untuk mendirikan tenda. Alhasil banyak yang mendirikan tenda di pinggir jalur pendakian. Kami juga mendirikan tenda di jalur antara pos 1 dan pos 2. Karena sudah hampir jam 12 malam dan tidak memungkinkan untuk kami meneruskan perjalanan ke pos 5 yang menjadi tujuan kami untuk bermalam semula.


nge camp di jalur antara pos 1 dan pos 2

Keesokan harinya, jumat 25 desember, kami meneruskan perjalanan menuju pos 5 untuk mendirikan tenda. Sepanjang jalan banyak pendaki yang sudah turun memberikan info bahwa pos 5-7 sudah penuh, dan sudah sulit mendirikan tenda. Tapi kami tetap memaksakan, dan dengan sedikit keberuntungan, akhirnya kami dapat lahan untuk mendirikan tenda. Kami mendirikan tenda di pos 5 karena pos ini salah satu yang terdapat sumber mata air, dan pos 3 juga, tetapi karena jarak yang jauh dari pos 3 ke puncak, kami lebih memilih pos 5 untuk membangun tenda. Meski di pos 5 terdapat sumber air, jalur untuk menuju ke sana lumayan jauh dan medan yang cukup sulit, jalur yang licin dan banyaknya pohon merambat di sepanjang jalur tidak memungkinkan untuk membawa banyak air sendirian, minimal 2 orang untuk membawa air.


perjalanan menuju pos 2


pos 2 yang sangat ramai


 perjalanan menuju pos 5

Sabtu 26 desember, jam 1 pagi. Kami pun memasak untuk sarapan dan menyiapkan diri untuk melakukan summit attack, setelah bersiap, sekitar jam 2 pagi kami start untuk menuju puncak slamet. Karena momen yang berbarengan dengan weekend dan juga holiday, pendakian sangat amat padat. Terlihat sepanjang jalan dari pos 5 sampai pos 7, banyak pendaki yang tidak dapat mendirikan tenda, alhasil banyak yang tidur hanya beralaskan matras dan sleeping bag, tanpa tenda.

Setelah berfoto ria sambil summit attack, kurang lebih kami sampai di puncak slamet jam 6 pagi. Lumayan masih dapat sunrise, walau sebentar. Udara cukup dingin di sini, suhu sekitar 9°C, dengan tiupan angin yang kencang yang kadang membuat mengigil. Track menuju puncak terhitung cukup sulit, karena medannya berpasir dan berbatu. Harus terus berhati-hati karena kemungkinan ada batu yang menggelinding dari atas.

jalur puncak

foto dulu biar eksis :p

sunrise nya di jalur



Akhirnya setelah berjuang selama 4 jam, kamipun tiba di puncak dari pos 5. Saya tidak bisa berkata banyak ketika tiba di puncak, Subhanallah, indah sekali pemandangannya. Saya sangat beruntung masih bisa menikmati pemandangan seindah ini di negeri tercinta. Terlihat dari kejauhan puncak gunung sindoro dan sumbing, yang seolah-olah memanggil untuk di daki.














Tidak lama kami di puncak, sekitar 45 menit untuk berfoto dan menikmati pemandangan yang indah, setelah itu kami pun turun. Saya menjadi anggota yang turun terakhir, karena kebetulan bertemu teman sewaktu SMP di puncak secara kebetulan, setelah berfoto dengan mereka sebentar saya pun turun. Entah mungkin terlalu kelelahan dan kedinginan ketika turun dari puncak, saya terserang meriang dan sakit kepala yang sangat amat mengganggu.

Dalam keadaan tertinggal rombongan, saya berusaha sekeras mungkin untuk turun menuju tenda di pos 5. Dengan tenaga tersisa dan badan yang mulai panas dan semakin pusing, saya turun perlahan. Meski terasa berat dan hampir frustrasi karena jarak yang cukup jauh dari puncak ke pos 5, akhirnya setelah 3 jam, dimana waktu normal hanya 1 jam untuk turun, saya pun sampai di tenda. Seketika saya makan dan minum obat. Kebetulan salah satu teman adalah seorang apoteker, yaak obatnya lumayan lengkap. Setelah makan dan minum obat, saya pun beristirahat, sebelum turun ke bawah.

Pelajaran terpenting yang saya ambil dari kejadian ini yakni, sebisa mungkin selalu membawa cemilan dan air serta obat yang cukup untuk menjaga-jaga kalau hal-hal tidak diinginkan terjadi sewaktu summit attack, baik itu kejaidan terpisah dari rombongan maupun sakit yang tiba-tiba menyerang.

Akhirnya setelah tidur, dan packing, jam 2 siang kamipun turun. Di butuhkan waktu sekitar 3 jam untuk turun dari pos 5 menuju basecamp.



 Jalur turun

Akhirnya sampai dengan selamat di pintu pendakian bambangan,


Setelah tiba di basecamp, kamipun beres-beres dan segera menuju terminal purwokerto. Karena buru-buru agar bisa mendapatkan tiket bus menuju jakarta dan juga agar menghindari arus balik. Akhirnya setelah menempuh waktu hampir 15 jam, alhamdulilah kamipun sampai di Depok dengan selamat. Benar-benar pengalaman yang sangat seru dan tak terlupakan. Terima kasih teman-teman sudah mau mendaki bareng, thankyou Chonda, Acong, Kais dan Jon, Latief, & Ikhsan. See you on the next trip J

2 komentar: